Apa yang dimaksud dengan segitiga api?

Kebakaran, berbicara kebakaran kita akan berfikir bahwa pelaku utamanya adalah api. Tapi tahu gak sih? Keluarnya api juga tidak serta merta keluar tanpa ada pemicunya? Ya, api bisa muncul jika ada pemicunya. Apakah korek? atau gas? Apakah kalian tahu? Bahwa munculnya api juga ada teorinya? Ya tentu. Mari kita bahas, apa itu teori segitiga api?

teori segitiga api

Segitiga api merupakan teori tentang terbentunknya api dengan penggambaran berbentuk segitiga. Api merupakan hasil dari beberapa unsur reaksi kimia. Api merupakan sebuah unsur kimia yang bisa kita lihat, kita sentuh, dan kita rasakan. Sejak dahulu kita menggunakan api untuk keberlangsungan hidup sehari-hari. Mulai dari penerangan, memasak, dan perlindungan diri.

Unsur yang terkandung dalam segitiga api

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa segitiga api terdiri dari beberapa unsur. Berikut ini adalah unsur-unsur yang membentuk menimbulkan reaksi kimia berupa api.

Bahan Bakar

teori segitiga api

Bahan bakar, kita semua tahu, bahwa bahan bakar merupakan bahan yang mudah terbakar. Bahan tersebut bisa berupa padat, cair maupun gas.

  • Padat : Kayu, kertas, kapas, dan benda-benda padat yang mudah terbakar
  • Cair : Minyak tanah, bensin, dan benda cair lain yang mudah terbakar.
  • Gas : LPG, karbit, LNG, dan gas lain yang mudah terbakar.

Bahan-bahan tersebut merupakan bahan yang mudah terbakar, dan menimbulkan reaksi kimia berupa api.

Oksigen (O2)

Oksigen ini merupakan salah satu unsur yang membantu terbentuknya api. Dengan kadar oksigen 16%, maka akan mudah sekali timbul reaksi kimia berupa api.

Sumber Panas

Sumber panas berasal dari :

  1. Faktor alam
  2. Energi panas yang timbul akibat reaksi kimia
  3. Energi panas akibat listrik
  4. Energi panas mekanik
  5. Nuklir
  6. Energi panas matahari

Maka syarat mutlak terjadinya atau timbulnya api harus sesuai dengan teori segitiga api. Adanya oksigen untuk mempertahankan pembakaran, panas untuk menaikkan bahan bakar ke suhu pengapiannya, bahan bakar untuk mendukung pembakaran, dan reaksi kimia yang timbul dari tiga elemen tersebut.

Nah, dari teori tersebut, muncullah kelas-kelas kebakaran, yang digunakan sebagai acuan identifikasi penyebab kebakaran disuatu tempat.

Penanganan Api sesuai kaidah segitiga api

Setelah kita tahu bagaimana elemen api terbentuk, sesuai dengan teori segitiga api. Api tidak akan membesar jika salah satu unsur itu kita hilangkan. Berikut ini upaya yang bisa kita lakukan saat terjadi kebakaran yang belum membesar :

  1. Mengurangi temperatur: Biasanya dilakukan dengan menyemprotkan air ke sumber api.
  2. Isolasi: Agar api tidak bereaksi dengan oksigen, maka dilakukan isolasi/penutupan titik api.
  3. Dilusi: Menekan gas oksigen dengan gas CO2.
  4. Memisahkan bahan bakar: Menjauhkan barang yang mudah terbakar dari titik api.
  5. Pemutusan rantai reaksi/penjalaran api.

Ya, dengan mengetahui teori ini kita tak perlu panik lagi, jika terjadi kebakaran. Langsung saja ambil APAR didekat kalian lalu semprotkan. Dengan begitu, segitiga api tidak akan sempurna, karena salah satu unsurnya sudah kita matikan dengan APAR. Untuk APAR sendiri, pilihlah APAR yang bagus dan terbaik, dan juga pilih kontraktor pemadam api profesional yang memiliki kredibilitas tinggi.

Recommended Posts

Leave a Comment

Contact Us

Ada yang bisa kami bantu?

Not readable? Change text. captcha txt